Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan bantuan awal sebesar Rp 260 juta untuk penanganan dampak bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi terdampak, Selasa (13/06/2026).
Peninjauan lapangan dilakukan bersama Wakil Gubernur Taj Yasin, Bupati Jepara Witiarso Utomo, serta jajaran Forkopimda. Fokus utama kunjungan berada di titik jalan utama Desa Tempur yang terputus akibat longsor dan sempat mengisolasi ribuan warga.
Desa Tempur Sempat Terisolasi Akibat Longsor
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Pemprov Jateng melakukan pengecekan menyeluruh terhadap wilayah yang terdampak bencana, khususnya di kawasan pantura timur Jawa Tengah seperti Kudus, Jepara, dan Pati.
Menurutnya, kondisi terparah berada di Desa Tempur, yang dihuni sekitar 3.600 kepala keluarga. Longsor menyebabkan akses utama terputus, sehingga mobilitas warga sempat lumpuh total.
“Berkat gerak cepat Basarnas, BPBD, relawan, TNI, dan Polri, akses mulai bisa ditembus, setidaknya kendaraan roda dua sudah bisa melintas,” ujar Gubernur.
Cuaca Ekstrem Jadi Kendala Penanganan
Pemprov Jawa Tengah telah mengerahkan alat berat dari Dinas Pusdataru dan unsur terkait lainnya. Namun, hujan dengan intensitas tinggi selama lima hari berturut-turut menjadi tantangan utama di lapangan.
“Air dari pegunungan turun semua. Karena itu kita perlu rencana penanganan yang lebih komprehensif, terutama penataan alur sungai sebelum pembangunan jalan permanen,” jelas Ahmad Luthfi.
Saat ini, pemerintah telah menyiapkan dapur umum, jalur pejalan kaki, serta akses darurat untuk sepeda motor guna memastikan distribusi logistik dan kebutuhan warga tetap berjalan.
Pendidikan Jadi Prioritas Pemulihan
Selain pemulihan akses jalan, sektor pendidikan menjadi perhatian serius Pemprov Jateng. Sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP berada di wilayah Desa Tempur yang terdampak langsung.
“Anak-anak sekolah harus kita backup. Untuk SMA, kemungkinan guru akan kita datangkan agar kegiatan belajar tetap berjalan,” tambah Gubernur.
Langkah ini dinilai penting agar dampak bencana tidak mengganggu hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak longsor Jepara.
Bantuan Rp 260 Juta Berpotensi Bertambah
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan awal senilai Rp 260 juta. Ia menegaskan bahwa nilai bantuan bisa ditambah sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
“Hari ini kita serahkan Rp 260 juta. Kalau masih kurang dan dibutuhkan, akan kita tambah,” tegasnya.
Pemkab Jepara Apresiasi Respons Cepat Pemprov
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah di lokasi bencana.
“Kehadiran Pak Gubernur dan Pak Wagub menjadi penguatan moral bagi kami dan masyarakat Desa Tempur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara akan terus berkolaborasi dengan Pemprov Jateng, TNI-Polri, relawan, serta seluruh unsur terkait untuk mempercepat pemulihan.
“Kami fokus tidak hanya pada pembukaan akses jalan, tetapi juga kebutuhan dasar warga, pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, dan keamanan lingkungan,” jelasnya.
Baca juga : https://primategal.blogspot.com/2026/01/purbaya-yudhi-sadewa-dan-tantangan-visi.html?m=1
Pemulihan Akses Jadi Fokus Utama
Pemkab Jepara memastikan langkah penanganan akan terus disesuaikan dengan evaluasi lapangan dan arahan pemerintah provinsi. Dukungan tambahan siap diberikan apabila situasi masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Dengan peninjauan langsung ini, pemerintah berharap penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Jepara dapat berlangsung lebih cepat, terarah, dan menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat terdampak, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas warga sehari-hari. (***)

Posting Komentar
0Komentar