PRIIMA TEGAL ( Jakarta )
Momentum kebangkitan nasional Indonesia dinilai semakin nyata dengan berbagai capaian strategis yang diraih dalam satu tahun terakhir. Mulai dari ketahanan pangan, penurunan angka kemiskinan, hingga penguatan program kesejahteraan rakyat, seluruhnya menunjukkan arah pembangunan yang kian berpihak pada kepentingan nasional.
Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, menyatakan bahwa capaian tersebut menjadi penanda penting bahwa Indonesia berada di jalur kebangkitan yang sesungguhnya. Menurutnya, swasembada pangan, pengentasan kemiskinan, serta program-program sosial strategis merupakan fondasi utama bagi kedaulatan bangsa.
Ia menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga dan memperkuat swasembada pangan nasional. Upaya peningkatan produksi dalam negeri, perlindungan petani, serta pemerataan distribusi pangan dinilai telah memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi nasional. “Ketika pangan kita berdaulat, bangsa ini berdiri tegak. Swasembada pangan bukan hanya soal produksi, tetapi soal keadilan bagi petani dan kepastian akses bagi seluruh rakyat,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Data menunjukkan cadangan beras pemerintah di gudang Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, produksi beras nasional sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat sebesar 34,76 juta ton, memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan.
Selain pangan, Agus Jabo juga menekankan keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan penciptaan lapangan kerja. Per September 2025, angka kemiskinan turun menjadi 8,47 persen, terendah sepanjang sejarah. Ia menilai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil telah memperkuat daya beli sekaligus menurunkan beban hidup rakyat.
Di bidang pembangunan sumber daya manusia, Agus Jabo menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang bangsa. Saat ini, sebanyak 55 juta dari total 82,8 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita telah menerima manfaat MBG. Hingga 6 Januari 2026, tercatat 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di seluruh Indonesia.
Program MBG juga mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dengan melibatkan 23.845 UMKM, koperasi, dan BUMDes dalam ekosistemnya, serta menciptakan sekitar 950.000 lapangan kerja baru.
“MBG bukan sekadar program sosial, tetapi strategi membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.
Lebih jauh, Agus Jabo menegaskan pentingnya kembali pada jati diri bangsa sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Ia menilai pengelolaan sumber daya alam harus sepenuhnya diarahkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan dikuasai segelintir pihak.
Dalam konteks ini, pemerintah telah melakukan penegakan hukum terhadap tambang dan perkebunan ilegal, termasuk penyitaan lahan serta pemulihan kerugian negara.
Pada Oktober 2025, pemerintah memperoleh uang pengganti sebesar Rp23 triliun dari kasus ekspor ilegal kelapa sawit, serta berhasil menyelamatkan lebih dari Rp100 triliun potensi kerugian negara dari praktik tambang ilegal dan penyelundupan. Sekitar 4 juta hektare kebun sawit dan tambang ilegal juga telah disita untuk dikuasai negara.
Menutup pernyataannya, Agus Jabo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Menurutnya, Partai PRIMA akan terus berada di garis depan perjuangan rakyat, mengawal kebijakan pro-kepentingan nasional, dan memastikan amanat konstitusi benar-benar terwujud.
“Tidak ada kebangkitan tanpa persatuan, dan tidak ada kemajuan tanpa gotong royong,” pungkasnya. (***)

Posting Komentar
0Komentar